LAPORAN PRAKTIKUM


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang memberikan bimbingan dan pertolongannya sehingga dalam penulisan Laporan Praktikum ini bisa berjalan dengan lancar.

Penulisan Laporan Praktikum ini dimaksudkan oleh penulis untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk mengisi nilai mata pelajaran Fisika Semester II Kelas X Tahun Ajaran 2009-2010. Di samping itu, Laporan Praktikum ini juga berfungsi sebagai penambah wawasan khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca dalam kaitannya dengan topik Lensa.

Di sisi lain, penulis mengajak kepada para pembaca agar dapat memahami dan mendalami masalah topik di atas, agar nantinya apabila ada masalah atau soal-soal seputar topik di atas dapat memecahkannya dengan bantuan Laporan Praktikum ini.

Tidak lupa kami ucapkan terima kasih atas kontribusi berbagai pihak, yaitu:

  1. Bapak Aldiyan A, S.Pd selaku guru Fisika Kelas X-2
  2. Ibu Purwindari, S.Pd selaku guru Fisika Kelas X-2
  3. Orang tua kami yang telah memberi dorongan, baik secara moril maupun materiil sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Prktikum ini.
  4. Dan semua pihak terkait yang mendukung penyelesaian Laporan Praktikum ini.

Dalam penyusunan Laporan Praktikum ini, penulis menyadari akan segala kekurangannya, untuk itu kritik dan saran dari pembaca sangat diperlukan demi perbaikan Laporan Praktikum ini. Akhir kata, semoga Laporan Praktikum ini bermanfaat bagi penulis dan terutama bagi unsur-unsur yang berkepentingan.

Jombang, 05 Mei 2009

Penulis

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai beberapa orang yang memanfaatkan lensa sebagai alat optik untuk melakukan aktivitasnya. Misalnya penggunaan kaca mata, teropong, kamera, mikroskop, kaca pembesar atau lup, dan masih banyak lagi penggunaan lensa lainnya.

Lensa dibagi menjadi dua jenis, yaitu lensa cembung (+) dan lensa cekung (-).  Hasil bayangan akibat pembiasan kedua jenis lensa ini berbeda, ada yang diperkecil,ada  yang diperbesar, serta ada pula yang terbalik atau tegak. Bayangan tersebut ada yang bersifat maya atau tidak tertangkap layar dan ada yang bersifat nyata atau tertangkap layar. Oleh karena itu, dalam Laporan Praktikum ini, kami mencoba untuk meneliti lebih lanjut tentang pengaruh lensa cembung (+) terhadap bayangan nyala api lilin.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan yang telah kami uraikan di atas, maka dapat dikemukakan pokok-pokok permasalahan sebagai berikut:

1.Bagaimana pengaruh lensa cembung terhadap pembentukan bayangan nyala api lilin pada kertas HVS?

2.Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi bentuk bayangan nyala api lilin yang dihasilkan?

C. Tujuan Penelitian

Dalam penulisan Laporan Praktikum ini, tujuannya adalah untuk memenuhi persyaratan yang diwajibkan oleh guru Fisika untuk mengisi pelajaran Fisika Kelas X semester II tentang Alat Optik.

Penyusunan Laporan Praktikum ini, juga kami maksudkan sebagai pemecahan untuk membuktikan bahwa lensa cembung berpengaruh terhadap bayangan nyala api lilin dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi bentuk bayangan nyala api lilin yang dihasilkan akibat pembiasan lensa cembung.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Kajian Teori

  • Lensa cembung adalah lensa yang bersifat mengumpulkan cahaya (konvergen). (MGMP Majalengka, 2008. BKS Fisika kelas 1 SMA)
  • Lensa cembung adalah sebuah benda bening yang dibatasi oleh 2 bidang lengkung yang bentuk bagian tengahnya lebih tebal dari bagian tepinya. (MGMP Majalengka, 2008. BKS Fisika kelas1 SMA)
  • Sinar-sinar istimewa pada lensa cembung ( konvek=konvergen )

a. Sinar sejajar sumbu utama dibiaskan melalui titik fokus.

b. Sinar yang melalui titik fokus akan dibiaskan sejajar dengan sumbu utama.

c. Sinar yang melalui pusat lensa tidak akan dibiaskan.

(Tim Penyusun Sagufindo Kinarya, Fisika Kelas X-B. 2010)

  • Pembentukan bayangan pada lensa cembung:

a. Benda di ruang III, bayangan di ruang 2

sifat bayangan:

- nyata

- terbalik

- diperkecil

b. Benda di ruang II, bayangan di ruang 3

sifat bayangan:

- nyata

- terbalik

- diperbesar

c. Benda di ruang I bayangan di ruang IV

sifat bayangan;

- maya

- tegak

- diperbesar

  • Rumus perbesaran dan pembentukan bayangan pada lensa cembung berlaku persamaan sbb:
  • pers01

B. Hipotesa

Berdasarkan bahasan pada Kajian Teori, kami dapat menyimpulkan hipotesis atau dugaan sementara yaitu:

  1. Lensa cembung berpengaruh terhadap pembentukan bayangan nyala api lilin, sehingga bayangan nyala api lilin terlihat membesar atau mengecil dan bayangan menjadi terbalik.
  2. Faktor-faktor yang mempengaruhi bayangan nyala api lilin adalah jarak, besar titik fokus lensa, dan tinggi nyala api lilin.

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Identifikasi Variabel

  • Variabel Manipulasi      : – Jarak Benda

- Tinggi

  • Variabel Respon           : – Jarak Bayangan

- Tinggi Bayangan

  • Variabel Kontrol           : – Besar Fokus Lensa

- Keadaan Ruangan

- Jenis Lilin

B. Definisi Operasional

1. Variabel Manipulasi adalah faktor yang sengaja diubah untuk memperoleh beragam

hasil penelitian.

-         Jarak Benda adalah besar satuan jarak antara lilin dengan lensa cembung dalam satuan cm.

-         Tinggi adalah besar satuan dalam cm yang menyatakan tinggi nyala api lilin.

2. Variabel Respon adalah faktor yang diperoleh dari hasil penelitian

-         Jarak Bayangan adalah jarak antara lilin dengan kertas HVS yang menangkap bayangan nyala api dengan jelas, dihitung dengan satuan cm.

-         Tinggi Bayangan adalah panjang bayangan nyala api yang tertangkap jelas oleh kertas HVS, dihitung dengan satuan cm.

3. Variabel Kontrol adalah faktor yang diperhatikan ketetapannya, karena perubahan

dalam variabel kontrol dapat mengganggu berlangsungnya penelitian.

-         Besar Fokus Lensa, atau ukuran lensa cembung tidak boleh dirubah

-         Keadaan Ruangan yang meliputi suhu dan tekanan udara dalam ruangan harus diperhatikan.

-         Jenis Lilin tidak boleh diganti-ganti.

C. Rancangan Praktikum

Alat dan Bahan

-   2 bangku optik

-   Mistar

-   Lensa cembung (+)

-   Lilin

-   Kertas HVS

-   Korek api

D. Cara Kerja

  1. Menyiapkan bangku optik dan memasangnya pada mistar dengan posisi segaris.
  2. Meletakkan salah satu lensa cembung pada salah satu ujung bangku optik, dan lilin pada ujung lainnya dan menentukan jaraknya.
  3. Menyalakan lilin dan mengamati bayangannya melalui selembar kertas HVS
  4. Mengusahakan mendapat bayangan yang paling jelas dengan menggeser-geser antara jarak lensa dan kertas.
  5. Mengukur tinggi nyala api lilin, jarak lilin, tinggi bayangan, dan jarak bayangan. Mencatat hasil pengukuran pada tabel.
  6. Mengulangi kegiatan di atas dengan mengubah jarak dan menghitung perubahan tinggi lilin.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Data Eksperimen

Tabel Hasil Pengukuran

Tinggi dan Jarak Nyala Api Lilin (cm)

No. s s’ h h’ f Sifat Bayangan
1 10 30 3 9 15 Terbalik, nyata, diperbesar
2 20 80 3.5 14 16 Terbalik, nyata, diperbesar
3 30 30 4 4 15 Terbalik, nyata, tetap
4 40 22 4 2.2 14 Terbalik, nyata, diperkecil
5 50 22 4.5 2 15 Terbalik, nyata, diperkecil

Jadi, Rata-rata f = 15 cm

Ket:

s : jarak sebenarnya

s’ : jarak bayangan

h : tinggi sebenarnya

h’ : tinggi bayangan

f : besar fokus

B. Analisa Data

1. Hasil dari data eksperimen menunjukkan adanya pendekatan pada penghitungan

besar fokus.

2. Terdapat sifat-sifat bayangan dari lensa cembung.

3. Jika jarak lilin dan lensa serta tinggi nyala api berubah, maka jarak bayangan dan

tinggi bayangan ikut berubah.

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil analisa data, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Lensa cembung berpengaruh terhadap pembentukan bayangan nyala api lilin, sehingga bayangan nyala api lilin terlihat membesar atau mengecil dan bayangan menjadi terbalik.
  2. Faktor-faktor yang mempengaruhi bayangan nyala api lilin adalah jarak, besar titik fokus lensa, dan tinggi nyala api lilin.

B. Saran

Dari kesimpulan-kesimpulan di atas, penulis mengemukakan saran-saran terutama yang menjadi objek permasalahan dalam Laporan Praktikum ini sehingga dalam pelaksanaan penelitian di masa mendatang dapat menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang lebih akurat dan dapat dipertanggung jawabkan.

  1. Dalam pelaksanaan penelitian siswa harus lebih teliti dan cermat, dan diperlukan uji ulang terhadap hasil penelitian.
  2. Kritik dan saran dari guru serta pembaca sangat kami butuhkan untuk kesempurnaan Laporan Praktikum ini.

DAFTAR PUSTAKA

  • MGMP Majalengka. 2008. BKS Fisika SMA kelas X semester II. Majalengka: Depdikbud
  • Sumarsono, Joko. 2004. BSE Fisika kelas X. Jakarta: Depdiknas
  • Tatik, dkk. 2010. Buku Pintar Belajar FISIKA X-B. Surabaya: Sagufindo Kinarya

Created by: Annis Auliya Amir

About these ads
By Zhaa Nizzt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s