DRAMA “SURPRISE UNTUK DARA”


Ini adalah sebuah contoh cerpen yang telah kami rubah menjadi sebuah drama, terdapat beberapa perubahan tentang isi cerita.

Surprise Untuk Dara

BABAK I

Pagi itu, di sebuah SMA di kota, saat istirahat pergantian jam pelajaran. Di dalam sebuah kelas terlihat beberapa murid sedang menikmati waktu istirahat mereka. Dara duduk di atas kursi paling depan baris tengah. Ia terlihat sedang menulis sesuatu. Di meja hadapannya, ada setumpuk buku. Di samping Dara, ada siswi lain bernama Tisa. Namun, Tisa tidak terlihat sibuk, Ia malah asyik dengan sebuah novel remaja di tangannya.

Tisa “Kayaknya peluang ini harus kamu coba deh, Ra… Aku yakin 99,9 % kamu bisa memenangkan pemilihan pelajar berbakat itu..” 

(Tisa terlihat optimis untuk meyakinkan Dara)

Dara “Sssttt…. Berisik amat sih kamu!!! Aku lagi bikin karya tulis nih!!!” (kesal)
Tisa (sambil melirik tulisan yang digarap Dara) “Oohh… Lomba Karya Tulis dalam rangka Kemerdekaan, to??? Emang Bu Yunani minta kamu mewakili sekolah?”
Dara “Begitulah,,, dan aku menyanggupinya. Hmmm…. Mungkin makalah ini akan aku kasih judul ‘Easy Ways To Be The Winner At School”. Bagus nggak???”
Tisa “Nggak (sebel), sebagai generasi Pemuda Indonesia, mendingan judulnya pake bahasa Indonesia aja. Biar gak ribet. Lagi pula,,, Aku gak ngerti artinya. He…he…he…” (malu)
Dara “Tapi, aku udah srek sama judul ini, males ngganti nih…”
Tisa “Terserah kamu deh….(diam sejenak). Kalo saran aku, mending kamu ikutan pemilihan pelajar berbakat itu saja. Kesannya lebih bergengsi, bermutu, dan berhadiah. Kamu ‘kan juara kelas, wakil Ketua OSIS, juara KIR, Juara debate English, jago nari tradisional pula… Kesempatan menangmu gede, lho…”
Dara “Aku gak terlalu tertarik tuh…” (cuek sambil terus menulis)
Tisa “Kalo kamu bisa menang, selain jadi ngetop, dendam pada si Nenek Sihir Vita bisa terbalaskan…”
Dara (berhenti menulis dan berbalik ke arah Tisa), “Vita??? Dian au ikut pemilihan pelajar berbakat itu???” (heran)
Tisa (mengangguk pasti) “Iya!!! Bayangkan, cewek bego bin ganjen bin blagu itu pede-pedenya ikut pemilihan pelajar berbakat. Emang sih,,, dia itu cantik, tinggi, putih, kaya, jago basket, hidup pula…!!! Tapi percuma, otaknya nggak lebih bagus dari otaku dang!” (sinis)
Dara (termenung sesaat) “Hemmm,,,, Aku ikut kompetisi itu deh…”  (bimbang)
Tisa (menepuk pundak Dara) “Gitu donk!!! Itu baru Dara…!!!” (tersenyum)

BABAK II

Minggu depannya, siang hari sepulang sekolah, Dara dan Tisa sedang berdiri di Ruang Tunggu pendaftaran pemilihan pelajar berbakat. Rata-rata berpenampilan amat modis dan gaul, selain berwajah di atas rata-rata. Pakaian bergaya gaul, serta bau parfum disana-sini.

Dara (mengerutkan kening) “Ini pemilihan model atau pelajar berbakat, ya???”
Tisa “Udahlah,Ra,,, gak usah perhatiin mereka. Optimis aja lagi…!!! (menepuk pundak Dara) Kita minta info sama panitianya, yok!!!”

Dara dan Tisa menghampiri meja panitia yang dijaga seorang cowok tampan dengan rambut funky serta berpakaian keren dengan jaketnya. Mirip seperti artis atau vokalis band anak remaja di televisi.

Dara “Kak,,, Saya mau ikut pemilihan pelajar berbakat,” (menyerahkan map berisi formulir dan sederet prestasinya.)
Deo (panitia) (menatap sejenak dari ujung rambut sampai ujung kaki dgn pandangan sinis). “Loe mau ikutan pemilihan pelajar berbakatt???”
Dara “Iya Kak,,, emang kenapa???” (sedikit sungkan)
Deo (panitia) “Lo nggak lihat mereka???(menunjuk peserta lainnya) Yang mau ngedaftar kesini harus berpenampilan menarik. Dandanan orang kaya kamu, nggak cocok  ikut lomba ini. Mending kamu baca persyaratannya dulu, gih!!!”
 

Tiba-tiba dari belakang Deo, Vita datang dengan angkuhnya.

Vita (menepuk bahu Deo) “Hallo guys,,, gimana kabarnya, nih???”
Deo (Memalingkan muka ke Vita) “Eh,,,Vita…. Kabar gue fine aja.. Loe ndiri gimana???” (senyum)
Vita “Gue juga fine slalu….(memandang Dara dan Tisa sinis) Mereka siapa, kayak pernah lihat???”
Deo “Gue juga gak tau mereka…Katanya sih, mau ikut lomba pelajar berbakat…” (sinis)
Vita “Model kampong gini mau ikutan??? Mimpi kali ye???” (angkuh)
Deo “Iya,,,masih ngelindur kali??? Kaya’nya….(terpotong)
Vita “Woy Nenek Sihir!!!(menuding Vita)justru Loe itu yang gak pantes jadi pelajar berbakat. Cuma ngandelin tampang, padahal otaknya NOL BESAR!!!” (bentak marah)
Deo (ganti menunjuk Tisa)”Urat malu Loe dimana sih???Nggak malu tuh, dilihat orang banyak???”
Dara “Maaf kak,,, Saya nggak jadi ngedaftar kompetisi ini.(menggamit Tisa untuk pergi dari Deo dan Vita). Pulang aja yuk., Tis…”
Tisa “Sorry ya, Ra… Aku piker ini emang bener-bener untuk pelajar berprestasi seperti kamu…” (sesal Tisa)
Dara (tersenyum pahit) “Bukan salah kamu kok, Tiss,,,, Ternyata mereka belum mengetaui arti bebakat sesungguhnya.”

Tiba-tiba handphone Dara berbunyi. Dara pun mengambil HPnya dari sku bajunya. Dia pun terlihat serius menjawab panggilan tersebut.

Dara (Menaruh HP di telinganya.) “Iya Pak, saya Dara… Iya… Iya… Iya… Terima kasih banyak, ya pak… Wa ‘alaikum salam….(menutup telpon, dan mengguncang-guncang pundak Tisa). Tiss…..Tissaa…..!!!!!”
Tisa (heran) “Ada apa sih, Ra??? Kamu kok kaya’ orang kesurupan???” (menurunkan tangan Dara dari pundaknya) Oya,,tadi telpon dari siapa???”
Dara “Ada berita superbagus!!! Tahu nggak??? Lomba karya tulis Kemerdekaan itu, aku yang menjadi pemenangnya!!!”
Tisa (memeluk sahabatnya) “Congratulations ya!!!! Kamu memang hebat, Ra!!!” (ikut senang)

Vita yang ternyata sejak tadi masih memperhatikan Dara dan Tisa merasa jengkel.

Vita (menghampiri Dara) “Alaaahhh….. Baru menang lomba gituan aja, udah heboh selangit…. Katrok….Katrok!!!!” (nada jengkel dan merendahkan)
Tisa “Bilang aja, Kalo Loe sirik!!! Iya Kan???!!!” (sebel)
Vita “Ih,,,,,,siapa yang sirik??? Gue??? Nggak banget deh???!!! (menunjuk Dara) Dan buat Loe,,,, Jangan Bangga deh….!!! Katrok!!!” (sinis dan tatapan mata tajam mengarah Dara)
Tisa “Gue nggak salah denger ya…??? Justru…..(terpotong)”
Vita “Udah lah Tiss,,,, nggak usah diladenin. Masih ada surprise lagi kok…. (diam sejenak). Ternyata,,, sekolah memilih aku untuk ikut pertukaran pelajar ke Amerika, dua bulan lagi!!!”(senang)
Tisa dan Vita “HAHH????!!! Ke AMRIK????” (histeris gak percaya)
Dara “Iya!!!! Dua bulan lagi aku akan ke Amrik!!!”
Tisa “Ke Amerika???? Ikut donk, Raaa…..!!!! Aku kan pengen ketemu Brad Pitt!!!”
Vita “Ra,,,!!! Loe beneran mau ke Amri???” (masih gak percaya)
Tisa “Ya beneran Lah,,,,, Makanya,, jadi orang jangan sombong-sombong amat… Ha…ha..ha….” (ketawa bangga)
Vita “HAHH????!!!” (Pingsan)
Tisa “Lho…Lho… gimana nih???Kok malah pingsan????” (panik)
Dara “Kamu sih,,,,  makanya, jadi anak itu jangan lebay…..!!! Kalo udah ada yang pingsan gini,,,gimana nih???”

THE END

Kelas               :      XI IPA 3 SMANERO 2010/2011

By Zhaa Nizzt

One comment on “DRAMA “SURPRISE UNTUK DARA”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s