PESAN CINTA DI DUNIA MAYA


Pemuda itu menahan terik,
dan berjalan pelan di trotoar,
semangatnya terus naik,
diiringi dada yang gemetar,


datang dengan seribu tekad,
disertai satu niat kuat,
menemui dambaan hati yang diyakininya tepat,
meski dia cuma bermodal nekat,

kota ini menyambutnya dengan ceria,
sedikit mendung tapi panasnya membara,
jalanannya ramai bak ibu kota,
dan dia hanya ditemani peta mayanya,

tak kenal lelah disusurinya jalanan,
tanya penjual bakwan tanya preman,
menuju tempat wanita idaman,
yang namanya cinta kan butuh perjuangan, kan?

dia sempatkan berkeliling Margonda, sepanjang jalan yang tiada hentinya,
mobil motor truk bus berebut laju, menepikan safety demi tempat dan waktu,
menyibukkan diri mengagumi arsitektur kota, yang berbeda dengan yang biasanya dia jumpa,
mall dan toko bertebaran seperti batu, melayani kebutuhan manusia yang tak pernah satu,

pemuda itu menahan terik,
gejolak di dadanya cukup pelik,
mengalami pengalaman yang menarik,
sekaligus was-was akan situasi yang membuat panik,

berjalan pelan di trotoar,
dikepung bangunan kekar,
dihempas udara hambar,
disuguhi seliweran gadis-gadis mekar,

semangatnya terus naik,
meski banyak godaan cantik,
dia masih mencari tempat dan waktu terbaik,
untuk menemui si mata lentik,

diiringi dada yang gemetar,
menandakan dia tak sabar,
perasaan semakin berdebar,
kala dirimu memastikan kabar,

oh, I love this moment,

berdegup kencang hatiku,
berbinar sinar mataku,
bertabrakan oksigen dan karbondioksida dalam hidungku,
dan berpeluh deras tubuhku,

oh, I love this moment,

saat smsku terkirim padamu,
memastikan tempat kita bertemu,
dan di pelataran masjid itu,
aku diam membatu,

kupandangi wajah celingukan,
penuh tanda tanya dan kebingungan,
sesekali melihat handphone yang kau genggam,
sambil memandangi setiap wajah yang berseliweran,
di kejauhan itu aku tersenyum,
melempar salam ‘hai’ dengan ekspresi malu,
kulihat wajahmu agak bingung, dan aku suka itu
🙂
saat kau yakin itu aku, takutlah perasaanku,
kau berlari mendekat dengan semangat yang justru membuatku terhenyak,
sambil menyebut namaku
.. ‘alfiiiiiii’

I (still) love that moment

Yeah, I cannot lie,
the feeling make me fly,
sometime cry, and often shy,
and the time goes by,
I love that moment so much,
2 months ago, 7-8-2010

aku dan perasaanku,
yang belum mati,
atau mungkin menunggu hari,
padamu, aku berikan kasih sayangku,
yang tak lekang oleh waktu,
dan selalu ada untukmu,
atau mungkin harus kuakhiri,
perasaan yang menyakitkan ini,
yang membuatmu tak nyaman hati,

I love you

 

copy dari http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2010/10/08/pesan-cinta-di-dunia-maya/

By Zhaa Nizzt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s