MACAM-MACAM MAKANAN/MINUMAN HALAL :

  1. 1. Tidak Termasuk Najis dan Bangkai

Allah swt telah mengharamkan darah yang mengalir, babi, dan bangkai (kecuali ikan dan belalang) untuk dimakan oleh manusia, karena hal itu termasuk najis.

”Katakanlah: ’Tiadalah aku peroleh dalan wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makan itu bangkai, atau darah yang mengalir, atau daging babi. Karena semua itu najis, atau hewan yang disembelih atas nama selain Allah.” (QS. Al’ An’am : 145).

Hewan yang telah dibunuh hewan buas termasuk jenis bangkai, kecuali hewan itu telah dilatih dan saat melepaskannya untuk menangkap buruan kita membaca nama Allah, maka hukumnya halal untuk hewan hasil tangkapannya.

“… Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap)  binatang buas yang telah kau ajar untuk berburu, kamu mengajarkan menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, maka makanlah apa yang telah ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (saat melepasnya)…” (QS. Al Maidah : 4).

Ada 2 jenis bangkai yang dihalalkan untuk dimakan, yaitu dua bangkai adalah bangkai ikan dan belalang, dan dua darah adalah hati dan limpa.

Rasulullah bersabda : “Dihalalkan untuk dua bangkai dan dua darah. Dua bangakai yaitu ikan dan belalang, dandua darah itu hati dan limpa.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad).

  1. 2. Hewan halal yang mati karena disembelih

Hewan halal yang halal dimakan jika penyebab kematiannya karena disembelih.

”Hai Orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan itu agar kalian mendapat untung.” (QS, Al Maidah : 90).

  1. 3. Hewan halal yang disembelih atas nama Allah

Hewan halal akan menjadi sah kehalalannya jika hewan itu disembelih  dengan menyebut nama Allah ketika menyembihnya.

”Maka makanlah binatang-binatang yang halal yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayatnya….” (QS. Al An’am : 118-119).

  1. 4. Hewan yang halal dari laut

Hewan buruan yang berasal dari laut dan semua makanan dari laut adalah halal untuk dimakan, yakni dari berbagai spesies ikan laut ataupun makhlik hidup air. Karena laut itu sesungguhnya suci airnya dan halal bangkainya.

”dihalalkan bagimu hewan buruan laut makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan lezat bagimu…” (QS, Al Maidah : 96).

MACAM-MACAM MAKANAN/MINUMAN HARAM :

  1. 1. BANGKAI

Yaitu hewan yang mati bukan karena disembelih atau diburu. Hukumnya haram dan bahaya bagi badan manusia. Bangkai ada beberapa macam:

  • Al Munkhaniqoh yaitu hewan yang mati karena tercekik.
  • Al Mauqudhah yaitu hewan yang mati karena dipukul dengan alat/benda keras hingga mati atau disetrum dengan listrik.
  • Al Mutaraddiyah yaitu hewan yang mati karena jatuh dari tempat yang tinggi atau jatuh kedalam sumur hingga mati.
  • An Natihah yaitu hewan yang mati karena ditanduk hewan lainnya.

  1. 2. DARAH

Yaitu darah yang mengalir.

”atau darah yang mengalir” (QS. Al An’am : 145).

  1. 3. DAGING BABI

Babi baik peliharaan maupun liar, jantan maupun betina. Dan mencakup seluruh anggota tubuh babi termasuk minyak babi.

  1. 4. SEMBELIHAN UNTUK SELAIN ALLAH

Yakni hewan yang disembelih dengan nama selain Allah, hukumnya haram, karena Allah mewajibkan agar setiap makhluknya disembelih dengan nama-Nya yang mulia. Apabila seseorang tidak mengindahkan hal itu bahkan menyebut nama selain Allah baik patung, berhala, dsb, maka hukum sembelih tersebut adalah haram.

  1. 5. HEWAN YANG DITERKAM BINATANG BUAS

Yakni hewan yang mati karena diterkam harimau, srigala atau anjing, maka hukumnya haram.

  1. 6. BINATANG BUAS BERTARING DAN BERKUKU TAJAM

Hal ini berdasarkan hadits : ”….Nabi bersabda : Setiap binatang buas yang bertaring adalah haram dimakan.” (HR. Muslim no. 1933).

Hal ini berdasarkan hadist : ”Rasulullah melarang dari setiap hewan buas yang bertaring dan berkuku tajam.” (HR. Muslim no. 1934).

  1. 7. KHIMAR AHLIYYAH (KELEDAI JINAK)

”Rasulullah melarang pada perang khibar dari (makan) daging khimar dan memperbolehkan daging kuda.” (HR. Bukhori no. 4219 dan Muslim no. 1941).

  1. 8. BINATANG YANG HIDUP DI DUA ALAM

Sejauh ini belum ada dalil dari Al Qur’an dan hadist yang shahih yang menjelaskan tentang haramnya hewan yang hidup di dua alam (darat dan laut). Berikut contoh beberapa dalil hewan hidup di dua alam :

  • Katak/kodok – hukumnya HARAM secara mutlak menurut pendapat hewan ini termasuk hewan yang dilarang dibunuh.
  • Kepiting – hukumnya HALAL sebagaimana pendapat Atha’ dan Imam Ahmad.
  • Kura-kura dan Penyu – juga HALAL sebagaimana madzab Abu Hurairah, Thawus, Muhammad bin Ali, Atha’, Hasan Al Bashri, dan Fuqaha’ Madinah.
  • Anjing laut – juga HALAL sebagaimana pendapat imam Malik, Syae,i, Laits, Syai’bi dan Al Auza’i.

 

By Zhaa Nizzt

One comment on “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s