Cerpen-Ngertiin Gue Donk!!!!


“PINDAH  sana! Cepetan! Ini tempat duduk gue!” seru Bondan sambil menggebrak meja di depan Irma.

Irma tetap membaca novelnya tanpa menghiraukan teriakan Bondan.

“Bondan, apa-apaan, sih?! Kan, bisa cari tempat lain!” sanggah Nila.

“Elo kan, kemarin nggak masuk. Nggak salah dong, Irma duduk di sini?!”

“Nggak usah ikut campur, Nil!” seru Bondan.

“Heh, gue ngomong sama elo!” teriak Bondan langsung, di dekat telinga Irma.

Irma berdiri dan berkacak pinggang.

“Gue nggak budek, tau?! Lagian, wali kelas nyuruh gue duduk di sini! Elo udah dianggap ilang dari kelas. Sekarang, cari tempat duduk lagi dan jangan ganggu gue!”  seru irma.

“Kurang ajar! Anak baru belagu amat, sih!” seru Bondan hampir menampar pipi Irma, tapi diurungkannya.

“Dasar, cuma bisa ngomong doang!!! Nggak berani tampar gue, kan?” bentak Irma sengit.

Bondan meninggalkan meja itu dengan tergesa.

Hatinya jengkel luar biasa. Baru kali ini ada orang nggak nurut padanya. Dan yang membuatnya lebih jengkel, itu dilakukan oleh murid baru. Cewek lagi!

“Huh, awas aja!!! Tunggu pembalasan gue!”

 

HARI itu, di kelas Irma. Tidak seperti biasanya, biasanya Pak Puguh datang ke kelas untuk mengisi pelajaran mereka, tetapi hari itu Bu Rini yang datang ke kelas mereka.

“Anak-anak,, Pak Puguh hari ini tidak bisa mengajar Olahraga karena mendadak ada urusan ke luar.” Kata Bu Rini.

“HOREEE!!!!!!!” Teriak anak-anak serempak

“Jam kosong ya, Bu??” Tanya Bondan.

“Iya Bu, jam kosong ya??” Timpal Yana

“Tidak anak-anak. Kalian tetap harus olahraga, dan menggunakan seluruh peralatan olahraga yang ada di sekolah.”

“Yah…. Cape dehh!!!!” Keluh mereka serempak

“Oya, siapa ketua kelasnya?”Tanya Bu Rini

“Bondan, Bu..” jawab anak-anak .

“Bondan, kamu yang bertanggung jawab dengan anak buahmu. Silahkan ambil peralatan olahraga yang kalian butuhkan” Kata Bu Rini.

“Baik, Bu” Kata Bondan tunduk.

 

Walaupun begitu, murid-murid merasa gembira luar biasa. Anak-anak IPA-1 termasuk Irma dan teman-temannya langsung pergi untuk bersalin baju olahraga dan menuju ke lapangan olahraga lalu sibuk dengan aktivitas masing-masing. Ada yang main basket, ada yang badminton, ada yang senam dengan matras, ada yang main vo-li. Ada yang cuma lari ke sana kemari. Ada yang duduk-duduk, ngobrol. Pokoknya suka-suka mereka deh..!

Saat Bondan mau keluar kelas, ia melihat bangku Irma dan melihat sepasang sepatu kets terletak di bawah meja tersebut. Melihat kondisi kelas yang kosong, sebuah niat jelek merasuki otak Bondan.

 

“Hahaha.. Ada sepatunya Irma nih, mumpung gak ada yang lihat, gue ambil aja sepatunya. Biar tahu rasa dia” Katanya licik. Dia pun mengambil sepatu tersebut.

 

Setelah selasai bersalin, Irma dan teman-temannya kembali ke kelas untuk mengambil sepatu mereka.

 

“Duh, sepatu gue mana sih?” tanya Irma sibuk sendiri sambil mencari-cari sepatunya.

“Di kolong meja kali???” Kata Imel

“Gak ada, tadi gue juga taruh disitu, tapi gak ada..” Jawab Irma.

“Keselip kali?” Tebak Yana

“Gak mungkin lah, sepatu kan besar, masa’ keselip?? Kertas kali??”Kata Imel

“Ketinggalan kali, Ir,” kata Nila.

“Nggak mungkin. Gue udah bawa tadi.” Kata Irma

“Atau elo udah pindahin ke tas lagi?”sahut Imel.

Irma langsung membuka tasnya. Namun, sepatu itu juga nggak ada di sana.

“Elo bantu gue donk, bingung nih gue…”Kata Irma

“Bantu gimana, gue juga gak tahu dimana sepatu elo..” Kata Yana

“Kita coba aja cari, kasian Irma sibuk sendiri” ucap Imel bijak.

“Iya nih, masa’ elo tega biarin temen elo susah?” Sahut Nila.

Teman-temannya hanya memandangnya dengan tatapan nggak tahu. Irma melihat teman temannya yang asyik berlarian ke sana ke mari sambil mengoper bola basket. Irma jadi pengin cepet-cepet gabung, tapi kayaknya nggak mungkin kalo tanpa sepatu ketsnya.

“Tenang Ir, kita bantuin elo nyari kok..” Kata Nila menghibur.

“Positif thinking aja, sepatu itu pasti ketemu kok” Kata Imel

“Oya, pinjem anak kelas lain aja..” Usul Yana

“Pinjem ma siapa? Gue kan belum kenal anak sini” Kata Irma

“Pinjem ke Nina aja, anak IPA-2 juga kan ada jadwal penjas..” Kata Yana

“Yuk, kita kesana!!!”Ajak Imel.

 

Mereka pun keluar. Siapa tau, Irma bisa minjem sepatu Nina. Soalnya, tinggi mereka hampir sama. Siapa tau, ukuran sepatunya juga sama.

“Nila!!!”panggil Dwi anak kelas lain yang kebetulan mencari mereka.

Langkah mereka langsung terhenti saat Dwi tiba-tiba memanggil salah satu dari mereka dari belakang.

“Ada apa??”Tanya Nila heran.

“Elo kenal Irma gak? Dia katanya anak baru di IPA-1??”Tanya Dwi tanpa menyadari bahwa Irma ada di situ.

“ehm,, gue Irma..”kata Irma

“Gue kesini sengaja buat cari elo.” Kata Dwi

“Ada apa?”

“Tadi gue mau pasang Pengumuman PMR di Mading, teruss….” Kata-kata Dwi terhenti

“Terus apa?”Tanya Imel penasaran

“Kalian lihat aja deh, gue bingung ngejelasinnya..”Kata Dwi

“Ya udah kalo gitu, kita kesana!!!!”Kata Yana.

Mereka pun segera pergi menuju mading.

“Tunggu!!!”Seru Dwi

“Ada apa lagi sih?” Tanya Yana

“Gue kan belum kenalan ma Irma..”Kata Dwi

“Ntar aja deh, kapan-kapan..!”Kata Nila yang udah gak sabar menuju mading. Mereka pun melanjutkan langkahnya.

“Tunggu!!!!”

“Apa lagi sih??” Tanya Yana mulai gak sabar.

“Gue ikut, boleh kan?”tanya Dwi

“Ayo!!cepetan”

 

Sesaat, mereka sudah berada di depan mading. Siapa pun berhak memasang iklan di situ. Di pinggir mading bertengger sepatu kets birunya yang dicari-cari setengah mati dengan kalimat iklan yang membuatnya langsung naik pitam.

“Diobral…! Murah meriah! Sepatu kets asii Amerika, dijamin awet & bau. Pemiliknya jorok & nggak tahu malu! sekaili cuci langsung luntur …. Cuma goceng …!

Hubungi: Irma, murid baru yang bego kelas IPA-1 08179912345.”

 

Irma langsung meninggalkan temen-temenya untuk ke lapangan basket, tempat Bondan dan teman-teman segenknya maen basket. Dia langsung menarik Bondan.

“Heh, apa-apaan elo? Gue nggak ada urusan sama elo!” seru Bondan sambil mencoba menarik tangannya dari cengkeraman Irma.

“Ngomong sekali lagi kalo ini bukan kerjaan elo!” bentak Irma berani. Nila, Yana, Imel, dan Dwi melihat Irma takut sekaligus setengah geli dan kasihan sama Irma.

“Ambil sepatu gue dan tulis permintaan maaf elo gede-gede!” seru Irma lagi.

Bondan tertawa terkekeh. “Gue? Heh, cewek bego! Gue nggak akan minta maaf! Itu bukan kerjaan gue! Buat apa gue ngambil sepatu elo yang bau itu? Hah, dasar tolol!” serunya langsung ninggalin Irma.

Emosi Irma langsung naik ke ubun-ubun, ia langsung menendang Bondan hingga jatuh terjengkang.

“Dasar pengecut!” bentak Irma keras.

“Beraninya di belakang doang!” Kata Bondan

“Ngomong apa elo barusan? Belum tau apa, rasanya digampar?!!!” seru Bondan sambil melayangkan tamparan pada pipi Irma.

“Elo yang bikin gara-gara. Nangis, nangis lo sekarang!” seru Bondan sambil meninggalkannya.

 

Irma terduduk sambil menangis. Hatinya sakit sekali.

“Maaf Ir, kita gak berani belain elo..”Kata Yana

“Sebenernya, gue udah tahu dari awal alo Bondan yang nglakuin. Tapi gue gak berani nglarang dia” Kata Dwi

“Sabar ya, dia emang sok, anak-anak gak ada yang berani melawan dia”Kata Imel

“Iya, fisik gue gapapa, tapi hati gue sakit banget..”Kata Irma

“Oya, Dwi, mending elo ambil sepatunya gih,,, sebelum anak-anak istirahat and ngelihat” Kata Yana

“Lho??Kok gue sih??”Jawab Dwi ogah-ogahan.

“Elo itu, bantu Irma dikit napa?”Kata Imel rada’ kesal.

“Iya,,Iya deh ..”Kata Dwi

 

DUA hari Irma nggak masuk kelas buat nyembuhin rasa malunya. Pengin rasanya ia kembali ke sekolah lamanya di Surabaya, namun itu mustahil. Orangtuanya udah mindahin Irma ke Jakarta. Sebenarnya, ia nggak merasa memiliki masalah, sampai cowok sialan itu mengganggu hidupnya. Ia nggak bersalah. Bukankah bangku itu ditentuin wali kelasnya?

 

“Kasihan Irma, pasti dia malu banget sama kejadian kemaren,,” Kata Nila

“Iya, gue juga pasti marah banget sama Bondan”Kata Yana

“Tuh!!! Bondan dateng..” Kata Imel

“Ndan, sini Lo!!!” Seru Nila

“Gue???”Tanya Bondan

“Iya, siapa lagi.. Buruan kesini!!!” Kata Nila..

“Nil, kita gak ikut campur ya,, gak berani gue,,” Ucap Yana kawatir.

“Napa??”Tanya Bondan

“Elo harus minta maaf sama Irma, dia gak masuk school gara-gara elo.”Kata Nila

“Lho???Kok gue??dia yang nyari gara-gara duluan. Napa harus gue yang minta maaf?”

“Jelas-jelas Elo yang nyembunyiin sepatunya Irma. Masih gak ngaku lagi??”Kata Imel

“Kata siapa???”Kata bonta ngotot.

“Dwi yang lihat..”Kata Imel.

“Sial!!!Ember banget sih itu anak!!” Kesal Bondan

“Maaf Ndan, Kalau boleh jujur ya, sebenernya Irma gak salah,” Yana menjelaskan dengan cemas.

“Iya, itu kan perintah guru,, gak mungkin donk, dia nolak” Kata Imel

“Bodo!!! Yang penting, gue gak mau pindah bangku!!!” Bondan ngotot

“elo tega banget sih?? Gue gak suka cowok kasar kaya’ Elo!!” Kesal Nila

“Iya, kita gak suka cowo’ yang maen gampar cewe’!!!”Timpal Imel.

“Hah!!!!!!! Terserah kalian mau bilang apa??!!!” Bondan menunjuk mereka satu persatu sambil bilang:

“Elo,,,, Elo,,, dan Elo,,, gak bakal ngerti perasaan gue!!!” Kata Bondan kesal. Dia pun pergi meninggalkan cewek-cewek itu.

 

Besoknya, Irma masuk. Saat pulang sekolah, Irma pulang bareng temen-temennya. Ia sengaja jalan karena mereka mau pergi ke mal. Ada beberapa keperluan keterampilan yang harus dibeli. Saat belum jauh dari sekolah, Mungkin karena terlalu asyik ngobrol, Irma nggak sadar berjalan terlalu tengah. Tanpa disadari, Dwi yang mengendarai motor dari arah belakan mereka melintas dengan kecepatan tinggi.

“Awas!!!!!!” Seru Bondan.

Saat itu, Bondan yang melihatnya langsung berlari dan mendorong Irma menjauh. Irma hanya terjatuh, tapi Bondan tertabrak dan berlumuran darah.

 

“Oh My God, maaf,, tadi gue buru-buru pulang,, cepet bawa Bondan ke UKS!!!” Kata Dwi

 

Bondan pingsan! Beberapa siswa yang masih ada di situ, langsung mengerumuninya dan sebagian mengangkat Bondan ke ruang UKS.

 

“Aduh, gimana ini?? Gara-gara nolongin gue, Bondan terluka.” Kata Irma cemas

“semoga dia baik-baik aja!!” Kata Yana

“Gue harus lihat kondisi Bondan!!! Gue gak mau dia kenapa-napa..” Kata Nila.

 

MESKIPUN masih kesal dengan semua ulah Bondan, Irma terpaksa harus melihat kondisi Bondan. Bagaimanapun, Bondan telah menyelamatkan nyawanya.

Di depan UKS, mereka melihat Dwi yang baru saja keluar dari ruangan tersebut.

 

“Dwi, gimana Bondan??”Tanya Nila

“Gak tahu, gue minta maaf banget, semua gara-gara gue.”Kata Dwi nyesel.

“Makanya, kalo naik motor tuh hati-hati.”kata Imel kesel.

“Iya, gue juga bener-bener nyesel..” Kata Dwi

“Sudah lah, semua dah terjadi, semoga Bondan gak kenapa-kenapa..”Kata Nila.

 

Bu Rini yang tiba-tiba keluar dari UKS menghampiri mereka.

 

“Tidak usah resah, anak-anak! Masa kritisnya sudah lewat. Hanya menunggu dia sadar,” kata Bu Rini.

Irma mengangguk. “Gue nyesel, Nil. Gue kira, dia orang jahat.”

“Bondan emang jahil. Semua orang pernah dijahilin dia. Tapi, pada dasarnya dia baik banget.” Kata Nila

 

Dalam hati Irma, ia janji mau minta maaf dan jadi temen Bondan. Mereka menunggu Bondan di depan ruang UKS. Sejak kecelakaan, Bondan belum sadarkan diri.

“Anak-anak, Bondan sudah siuman.”Kata Bu Rini keluar dari UKS.

“Alhamdulillah..”Kata anak-anak serempak

“Kita boleh masuk gak, Bu??” Tanya Irma

“Boleh, tapi kalian jangan banyak ngajak bicara, Dia masih harus banyak istirahat,.”Jelas Bu Rini.

Mereka pun masuk ke UKS. Dan melihat Bondan terbaring lemah di sebuah ranjang.

Irma  berjalan menghampiri Bondan, dan berdiri di samping ranjangnya.

 

“Maafin gue, Ndan. Gara-gara gue, elo kayak gini,” kata Irma.

“Iya, maafin gue juga ya..”Kata Dwi di belakang Irma.

Bondan tersenyum. “Nggak apa-apa. Gue juga minta maaf. Gue udah jahat sama elo, Nila! Gue yang bikin iklan itu.”

Irma mengangguk. “Gue udah tau dan udah maafin.”

“Kita friend-an, ya?” tanya Bondan.

Irma kembali mengangguk. “Gue punya permintaan,” kata Bondan lagi.

“Gue akan turuti permintaan elo.” Janji Irma.

“Really?”

Irma kembali mengangguk.

“Kembaliin bangku gue! Elo ngerti nggak sih, kalau gue cinta banget sama Nila?!” serunya.

Irma shock, Nila nggak percaya.

 

“Apa elo bilang, Ndan?” tanya Nila mendekat Tempat tidur Bondan.

“Gue ngotot ngebelain bangku itu demi elo, Nil! Gue pengin duduk di samping elo terus!” seru Bondan.

“Tapi, itu nggak mungkin, Ndan.”Jawab Nila.

“Kenapa nggak mungkin?”

“Gue nggak sayang sama elo.” Kata Nila ragu.

“Kalau gitu, gue mau mati aja!” seru Bondan langsung pingsan kembali.

Nila dan Irma panik. Mereka langsung manggil Bu Rini.

“Bu,,, BU Rini!!!! Bondan pingsan lagi, Bu”

Bu Rini datang ngurus Bondan.

“Duh, kenapa dia harus pingsan lagi?” tanya Bu Rini terlihat heran saat memeriksa Bondan.

“Apa dia akan sadar, Bu?” tanya Nila cemas.

“Belum tau. Sepertinya, dia udah mau mati! Detak jantungnya juga udah lambat!” kata dokter itu terlihat cuek.

“Selamatkan dia, Bu! Oh Tuhan, selamatkan Bondan!” seru Nila.

 

Irma menguatkan hati Nila. “Sabar Nil, sabar! Bondan pasti sembuh!”

“Iya, kalau sembuh, gue akan terima cintanya, Ir. Elo mau tukeran bangku sama dia, kan?”Tanya Nila panik.

Irma mengangguk. “Tapi, tadi elo bilang nggak sayang sama dia?”

“Gue sayang. Cuma, gue males pacaran. Jadi gue pikir, sekarang biarin aja sobatan, ntar kalau udah siap dan cocok, ya langsung nikah.”

“Hah???NIKAH???!!!”Seru Imel, Irma, Dwi, dan Yana bersamaan.

“Serius Lo??” Tanya Imel gak percaya.

“Serius lah.. OH MY GOD, tolong selamatkan nyawa Bondan..” Do’a Nila

“Tapi, kalo gini keadaannya?”tanya Yana ragu

“Iya, deh. Kalau dia sembuh, gue terima!”seru Nila yakin.

“Sungguh, Nil?” tiba-tiba Bondan bangun dan mengagetkan Bu Rini yang sedang memeriksanya.

“Elo?” seru Nila kaget.

“Elo lupa kalau gue pemain drama ulung? Sekarang yang penting, cinta gue kan udah diterima, Nila sayanggg!” seru Bondan sambil tertawa.

Bu Rini bingung. Irma, Yana, Imel, dan Dwi masih terbengong-bengong.

“iihh!!!! Elo jahat, deh!!! Udah bikin gue jantungan” kata Nila kesal.

Mereka semua tertawa melihat Nila kikuk.

“Tapi tenang Nila, gue gak bakal bikin elo jantungan lagi, karena elo kan Calon Istri gue..” Kata Bondan lalu melihat teman-temannya. “Dan kalian sebagai saksinya, betapa sayangnya gue sama Elo, Nila sayang….”

“Sebel!!!!!”Kesal Nila.

By Zhaa Nizzt

One comment on “Cerpen-Ngertiin Gue Donk!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s